Sejak ditemukan 30 tahunan yang lalu, teknologi baterai lithium ion belum tergantikan sampai sekarang oleh teknologi yang lain. Berkat hal itu pula John B. Goodenough, M. Stanley Whittingham dan Akira Yoshino diganjar Nobel bidang kimia pada tahun 2019 atas sumbangsihnya dalam pengembangan baterai ion lithium.

Profesor Dame Carol Robinson mengatakan bahwa terciptanya baterai ion lithium bukan menjadi akhir dari teknologi baterai. Sebabnya adalah teknologi baterai merupakan salah satu bidang yang luas dan menjanjikan. Di Indonesia sendiri, riset mengenai baterai ion lithium telah dilakukan oleh lembaga penelitian seperti LIPI, BPPT hingga universitas.

Bagaimana potensi riset dan aplikasi baterai ion lithium ke depannya?

Mari ikuti Nano Talks #22: Potensi Pengembangan Riset dan Aplikasi Baterai Ion Lithium

Webinar ini akan mengupas mengenai riset seputar baterai ion lithium dan aplikasinya.

Webinar akan dilaksanakan pada Hari Jumat, 5 Februari 2021 Jam 16.00-17.30 WIB via Zoom Virtual Meeting.

Akan ada doorprize berupa buku 300 ilmuan nano dan voucher potongan harga untuk jasa penanoan bagi yang beruntung.

Segera daftarkan diri anda pada link berikut ini :

bit.ly/nanowebinar22

Link channel telegram kami :

t.me/masyarakatnano

Nano Talks #22 Potensi Pengembangan Riset dan Aplikasi Baterai Ion Lithium