Untuk mendukung program kebijakan dalam pembangunan yang berkelanjutan, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  (BAPPENAS) bekerjasama dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) mengadakan Focus Grup Discussion (FGD) Manufacturing Sector Review Teknologi dan Inovasi pada Rabu (28/11).

Pada acara ini CEO Nano Center Suryandaru berkesempatan menjadi salah satu narasumber. Suryandaru membahas mengenai tantangan dalam mendorong pelaksanaan kegiatan riset dan pengembangan inovasi produk dalam perusahaan skala menengah. Selain itu juga sharing pengalaman pelaksanaan kegiatan R&D pada Nano Center Indonesia dalam komersialisasi teknologi anak bangsa.

Adapun pokok bahasan lain yang ikut dibahas mengenai pemetaan produksi domestik dan hubungannya dengan peningkatan teknologi untuk pengembangan produk serta kebijakan dan insentif / instrumen untuk mendorong inovasi di sektor manufaktur.

Hasil dari FGD ini diharapkan memberikan gambaran kondisi sektor manufaktur dan industri Indonesia kedepannya, menumbuhkan pertukaran ide dan wawasan antara pembuat kebijakan lintas kementrian, swasta, akademisi dan mitra pembangunan internasional pada isu-isu pertumbuhan sektor manufaktur dan industri sehingga menjadi rekomendasi dalam penyusunan rancangan Naskah Akademik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 -2024 sektor industri.