Dalam usaha untuk terus mendemokratisasi nanoteknologi dalam berbagai sektor di Indonesia, Nano Center Indonesia berupaya menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak baik itu dari instansi pendidikan, lembaga penelitian dan instansi pemerintahan.

Pada kesempatan kali ini Nano Center yang diwakili oleh COO Radyum Ikono melakukan pertemuan dengan Betha A.Djardis selaku Founder inisiatif WHITA.

WHITA yang merupakan singkatan dari World Halal Industry & Trade Alliance adalah perkumpulan berbagai perusahaan, lembaga pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat di dunia, yang ingin membangun konsep ekonomi halal serta menyumbangkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan usaha dan jaringan kerja kepada seluruh masyarakat di kabupaten kota di Indonesia.

Adapun program kerja WHITA berfokus pada lima sektor utama yaitu; sosial kemasyarakatan, penguatan ekonomi, pengelolaan lingkungan, kesehatan dan pendidikan.

Hasil dari pertemuan ini adalah kolaborasi antara Nano Center Indonesia dengan WHITA, dimana masing-masing pihak bersepakat dalam menjajaki peluang kerjasama antara lain membuat SMK berbasis nanoteknologi, pengembangan renewable energy di Indonesia bagian timur, serta mengembangkan berbagai produk halal berbasis nanoteknologi seperti kosmetik, pangan, dan lain-lain.

Hal ini sangat sesuai dari visi misi WHITA dalam memberikan sentuhan awal pada sektor sosial kemasyarakatan dengan membangun pondasi rantai tata niaga industri makanan; pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan yang kokoh untuk mendukung keberhasilan pembangunan pada sektor lainnya secara berkelanjutan. Halal dan nanoteknologi akan menjadi kekuatan baru yang menggabungkan antara teknologi modern dan keunikan khas dari Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.