CEO Nanotech Herbal Indonesia, Nurwenda Novan Maulana menjadi pembicara dalam Kongres Teknologi Nasional (KTN) ke-4 yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada Rabu, 24 Juli 2019.

Bertempat di Ruang Komisi 3 , Gedung II BPPT Thamrin, kegiatan yang  berupa Focus Grup Disussion (FGD) ini mengambil tema “Penguatan SDM Iptek Sebagai Penghela Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Maju dan Mandiri”.

Nurwenda Novan Maulana dalam sambutannya menyampaikan mengenai permasalahan dan tantangan yang dihadapi startup yang bergerak dalam bidang manufaktur. Salah satunya terkait dengan izin POM yang lama dimana mereka harus memiliki izin POM NA (kosmetik), POM TR (obat tradisional), dan POM MD (makanan minuman).

Selain itu juga pada kesempatan tersebut, memaparkan kondisi perusahaan yaitu Nanotech Herbal Indonesia sebelum dan setelah mengikuti proses inkubasi dari BPPT.

Dari FGD yang telah dilaksanakan Nurwenda Novan Maulana mengharapkan level kebijakan  pemerintah dalam mengeluarkan regulasi  yang mendukung pertumbuhan startup, serta pengguatan peranan inkubator  dalam pendampingan startup sehingga menjadi perusahan pemula berbasis teknologi.