CEO Nano Center, Suryandaru berkesempatan menjadi narasumber pada acara yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada Selasa (27/11). Acara yang dilaksanakan di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Penyusunan Draft Analisis dan Proyeksi Pembangunan Kesehatan 2020 – 2024.

Dalam sesi pemaparan materi, Suryandaru mengambil tema “The Role of Indonesian Millenials in The Commercialisation of Nanotechnology”.

Suryandaru menyampaikan bahwa Revolusi industri 4.0 tidak hanya mengubah industri, namun juga pekerjaan, cara berkomunikasi, berbelanja, bertransaksi, hingga gaya hidup. Indonesia tentunya memiliki modal penting dalam melaksanakan revolusi industri 4.0 dimana 34 % dari total populasi merupakan generasi muda (15 – 35 tahun) dan masuk usia produktif. Diperlukan strategi agar generasi millenials mengambil peran dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi yang dinamis mengingat peluangnya yang sangat besar kedepannya.

Suryandaru mengambil fokus dalam pengembangan dan pemanfaatkan nanoteknologi di Indonesia. Dengan potensi sumber daya alam melimpah baik itu mineral dan keanekaragaman hayati, nanoteknologi diyakini akan menjadi revolusi industri berikutnya. Nano Center terus berupaya mengembangkan riset hingga menjadi produk yang siap untuk dikomersialisasikan. Berbagai kegiatan juga dilakukan seperti seminar dan konferensi nanoteknologi, perumusan kebijakan standar nanoteknologi Indonesia, program riset dan pendanaan, serta dalam mengakomodir para peneliti nanoteknologi.

Diakhir penyampaiannya Suryandaru menekankan pentingnya kegiatan dalam mempromosikan dan membangun kesadaran generasi millenials khususnya yang berada di univeristas dalam meningkatkan kapabilitas sehingga diharapkan mendorong daya saing iptek dan inovasi yang berkelanjutan serta komersialisasi hasil penelitian. Hal ini akan dapat terlaksana dengan adanya sinergi yang baik antara akademisi, dunia bisnis atau industri dan pemerintah.