CEO Nano Center, Suryandaru menjadi pembicara dalam acara Seminar Internasional 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Acara yang diselenggarakan pada Senin, 15 April 2019 bertempat di Hotel Century Park, Jakarta Selatan menambil tema “Relevansi Pengembangan SDM Iptek dan Dikti Terhadap Pembangunan Sektor Kemaritiman”.

Turut hadir juga menjadi pembicara yaitu Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. (Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemendikbud), Dr.-Ing. Hutomo Suryo Wasito (CEO of IG-Nano, Technische Universitat Braunschweig, Germany), dan Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. (ketua Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB).

Tampil pada sesi Lecture Series, Suryandaru membahas tema mengenai “Ruang dan Tantangan Perkembangan Nanoteknologi di Sektor Kemaritiman”.

Suryandaru mengawali pemaparan materi mengenai konsep nanoteknologi, manfaat dan pengaplikasian dalam kehidupan, serta perkembangan risetnya di Indonesia.

Di samping itu juga, Suryandaru memberikan contoh Nano Center sebagai salah satu yayasan yang berfokus pada penelitian dan pengembangan nano hingga melahirkan beberapa startup yang berfokus pada nanoteknologi.

Terkait dalam sektor kemaritiman, Nano Center mempunyai startup binaan Nanobbubble.id yang bergerak dalam bidang fisheries dan aquaculture, lanjutnya.

Dengan menggunakan teknologi nano, Nanobubble.id membuat alat yang bisa menciptakan gelembung nano oksigen yang dapat mendorong pertumbuhan produktivitas udang dan menghilangkan virus di tambak udang, tambahnya.

Diakhir pertemuan Suryandaru menekankan nanoteknologi akan menjadi potensi baru dan kita harus bisa mengakselerasinya sebaik mungkin. Hal ini akan dapat terlaksana dengan adanya sinergi yang baik antara akademisi, industri dan pemerintah.