Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini, teknologi baterai menjadi satu contoh teknologi yang terus bertahan dan belum tergantikan dengan teknologi lain. Namun, hal ini tidak menghentikan para peneliti untuk terus melakukan pengembangan terhadap baterai yang salah satunya adalah baterai ion lithium. Dan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai riset seputar baterai lithium ion dan aplikasinya, Nano Center Indonesia berkerjasama dengan Masyarakat Nano Indonesia mengadakan webinar pada hari Jum’at, 5 Februari 2021 dengan judul ‘Nanotalks #22: Potensi Pengembangan Riset dan Aplikasi Baterai Ion Lithium’.

Pada acara webinar kali ini, Nano Center Indonesia mengundang dosen dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Lukman Neorochim, S.T,. M.Sc., Ph.D., sebagai narasumber utama dan ditemani oleh peneliti dari Nano Center Indonesia Research Institute, Alvin Muhammad Habieb, S.Si., sebagai moderator. Webinar dilakukan melalui virtual zoom meeting dan dihadiri oleh sekitar 60 peserta dari berbagai instansi bahkan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain melalui zoom, webinar ini juga disiarkan secara live dalam kanal youtube Scienthink.

Dalam pembahasan materinya, Lukman Neorochim menyampaikan mulai trend-nya kendaraan listrik di Indonesia juga berdampingan dengan semakin berkembangnya baterai lithium. Baterai lithium yang digunakan pun memiliki berbagai jenis dengan berbagai kelebihan dan kekurangan pula. Lukman menyebutkan setidaknya ada 4 strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan performa dari LTO atau Lithium Titanate yang merupakan bahan anoda baterai yang dikenal dapat menggantikan grafit yang masih memiliki beberapa kekurangan.

Kegiatan ini dimulai tepat pukul 04.00 WIB dan berjalan lancar, menarik minat dan perhatian peserta mengenai teknologi baterai dan memberikan banyak pencerahan bagi para peserta webinar.